Kemenangan 6-1 atas Southampton diikuti dengan pesta gol 6-0 ke gawang Shakhtar sebelum the Blues juga menang meyakinkan di derbi Manchester.
Meski City mencetak 16 gol dalam tiga pertandingan Premier League pada musim lalu (kontra Liverpool, Watford dan Palace) ada laga Carabao Cup dan Liga Champions yang terselip diantaranya.
Performa saat ini, merupakan yang tersubur secara beruntun di bawah Pep Guardiola dan pantas untuk diapresiasi. The Blues selalu mencetak lebih dari dua gol dalam tiga pertandingan beruntun.
Terakhir kali City mencetak ‘kurang’ dari jumlah tersebut adalah ketika the Blues membuat salah satu kemenangan paling tersohor dalam era modern.
Pada 7 November 1987, City mengalahkan Huddersfield Town 10-1 di Maine Road, mencetak jumlah gol yang sama dengan yang dibuat Stuart Pearce sepanjang musim 2006/07 hanya dalam satu pertandingan!
David White, Tony Adcock dan Paul Stewart semuanya membuat hat-trick pada hari itu, Neil McNab melengkapi pesta gol City.
Namun yang kerap terlupakan adalah – tiga hari berselang, the Blues mencetak enam gol lagi.
Anak asuh Mel Machin masih bersuka cita setelah membombardir sepuluh gol ke gawang the Terriers dan Pymouth Argyle hadir ke Maine road pada 10 November – nyaris 31 tahun sebelum City menumbangkan United di Etihad akhir pekan lalu. Pertanyaan merebak apakah City akan tumbang dari tangan Plymouth.
Namun laga berlangsung menarik, dimana City akhirnya mencukur Argyle 6-2 dan Tony Addock membuat hat-trick keduanya dalam tempo satu minggu.
Enam belas gol dalam dua pertandingan bagi sebuah tim yang berisi sembilan pemain yang merupakan lulusan akademi klub.
Jadi, the Blues telah pernah mencapai hal ini sebelumnya – bahkan dengan prestasi lebih baik. Benar bahwa kualitas lawan yang dihadapi saat itu lebih lemah ketimbang Southampton, Shakhtar dan United, namun itu tetap merupakan pencapaian fantastis.
Ada pula catatan dimana City tampil lebih baik daripada mencetak 16 gol dalam tempo satu minggu.
Mundur lebih dari seabad, the Blues berhasil mencetak 19 gol dalam tiga pertandingan di Divisi Dua pada musim 1894/95.
Itu adalah eranya Billy Meredith, dimana sang penyihir tampil luar biasa pada bulan Maret 1895.
Dimulai dari kemenangan 7-1 atas Notts County di Hyde Road dan Meredith adalah salah satu pencetak gol pada hari itu.
Kemudian ditahan imbang saat bertandang ke Leicester dengan skor 1-1, hasil konservatif namun tetap positif bagi the Blues yang tampil begitu bagus di musim itu.
City kembali seminggu berselang, menjamu Lincoln City di Hyde Road dan mencetak rekor kemenangan 11-3 atas the Imps.
City mencetak 82 dan kebobolan 72 gol – total 154 di Divisi Dua dalam 30 pertandingan, dengan rataan lima gol per pertandingan!
Sisi buruknya, the Blues juga pernah kebobolan 16 gol dalam tempo tiga pertandingan beruntun dalam dua kesempatan pada musim 1957/58.
Pada September 1957, City kebobolan 15 gol dalam dua pertandingan, kalah 6-1 dari Preston dan 9-2 dari West Brom (Bert Trautmann absen di kedua laga tersebut).
Kemudian pada bulan February 1958, the Blues kebobolan 16 gol lebih dalam tempo tiga laga beruntun (1-5 dari Spurs, 4-8 dari Leicester dan 4-3 dari Blackpool) – kali ini Bert sudah kembali ke lapangan.
Jadi ada dua sisi cerita dalam sejarah Klub kita yang penuh warna – dan catatan di atas adalah salah satu contohnya…