Sepuluh tahun telah berlalu sejak Craig Bellamy merasa hancur di Old Trafford.

Gol penyeimbangnya di menit ke-90 tidak ada berarti setelah Michael Owen membuat patah hati di Derby Manchester pada waktu tambahan.

 

Hanya saja, bagi pemain asal Wales, yang juga mencetak gol memukau di awal pertandingan, penampilannya yang paling berkesan bersama berseragam City tidak sepenuhnya sia-sia.

 

Sementara kami meninggalkan Old Trafford tanpa hasil apapun setelah upaya kami hari itu, Bellamy merasa itulah saat arah derby mulai berubah di Manchester.

 

Banyak penggemar City akan berkata kemenangan di semi-final Piala FA 2011 kami yang paling berpengaruh, tetapi pemain berusia 40 tahun itu percaya bahwa benih itu ditaburkan pada sore September yang cerah itu dua tahun sebelumnya.

 

"Bagi saya, itu adalah momen saya," katanya. “Saya ingat merasa terpuruk ketika kami kalah.

 

"Ini adalah City yang datang ke Old Trafford, tempat kami ditertawakan selama beberapa tahun tentang di urutan berapa kami finis di liga.

 

“[Saya pikir] arusnya berbalik, dan saya tidak yakin saya akan berada di sana, tetapi Anda akan ingat derby ini dan saya telah memainkan peran besar di dalamnya.

 

“Dan di tahun-tahun mendatang Anda akan mengingat lebih banyak derby dengan klub ini berakhir di puncak klasemen.

 

"Saya pikir mereka pikir mereka bisa menyingkirkan kami, tetapi City bangkit dan semakin kuat, dan itu masih belum berakhir."

 

Ternyata itu ramalan yang cukup jitu.

 

City telah memenangkan 12 dari 25 derby sejak saat itu, dengan United mengklaim 10 kemenangan, sementara kami juga telah meraih 13 piala dalam priode tersebut, unggul atas delapan trofi milik Setan Merah.

 

Meski begitu, pertandingan tersebut adalah memori pahit bagi Bellamy.

 

Gol pertamanya, tendangan dari jarak jauh yang membuat kiper United, Ben Foster tak berkutik, itu sungguh tak terlupakan.

 

Itu memicu perayaan penuh semangat dari sang pemain sayap, yang langsung berlari ke arah kamera TV, tapi itu bukan hanya sekedar euforia membuat gol di laga sebesar ini.

 

Reaksi itu, ungkap Bellamy, adalah sebagai tanggapan atas kritik yang ia terima di media selama pra-musim, yang katanya adalah katalisator untuk 11 gol dan 14 assist yang ia ciptakan dalam musim 2009/10.

 

"Kami bermain melawan Barnsley di pra-musim, saya bermain cukup bagus tapi itu pra-musim," tambahnya.

 

“Saya ingat seorang jurnalis memiliki keberanian, dan maksud saya, untuk menulis:‘ Craig Bellamy bermain dengan baik, tetapi itu karenai dia melawan tim yang lebih lemah.’

 

“Itu membuat saya senang. Saya seperti, 'ya, saya akan menunjukkan kepada Anda tahun ini'.

 

“Ketika saya mencetak gol melawan Manchester United di Old Trafford, Anda akan melihat saya berlari ke arah kamera dan saya mengatakan 'apa yang akan Anda katakan sekarang'.

 

“Di kepala saya ada artikel itu. Saya tidak bisa melakukannya melawan tim besar? Saya tidak bisa melakukannya di Old Trafford?

 

"Saya pergi ke Barcelona dan melakukannya dan Anda mengatakan kepada saya bahwa saya hanya melakukannya melawan tim yang lebih lemah.

 

“Saya berterima kasih kepada jurnalis tersebut. Dia memberi saya api untuk bekerja sangat keras tahun itu. "