Leroy Sane dan Raheem Sterling dalam perjalanan menjadi raja asis Eropa saat mereka menjalani musim paling produktif sejauh ini.
Sane, yang baru berusia 23 tahun, tengah dalam performa terbaiknya pada musim ini dan menargetkan melampaui pencapaiannya musim lalu yang membuat 19 asis.
Faktanya, ia tengah dalam perjalanan menuju musim terbaiknya di semua aspek.
Hingga hari ini, ia telah membuat 12 asis bagi rekan setimnya – hanya kalah satu dibandingkan dengan Leo Messi – ditambah Sane sudah mencetak 10 gol.
Selama musim Centurion City, Sane mencetak 14 gol dan 19 asis, jadi ia hanya butuh empat gol lagi dan tujuh asis untuk menyamai prestasinya di musim 2017/18.
Sejak awal musim lalu, tidak ada pemain yang menciptakan gol lebih banyak dari Sane di Premier League (23), sedangkan rekan setimnya Sterling berada di tempat kedua dengan torehan 18.
Christian Eriksen, Mo Salah dan Paul Pogba menempel duo sayap mematikan City itu di angka 17.
Sterling, yang baru berusia 24 bulan lalu, telah mencetak 11 gol dan 11 asis musim ini, menyamai total prestasi Sane (terlibat dalam 22 gol).
Pada musim 2017/18, ia mencapai penampilan terbaik sepanjang karirnya dengan mencetak 23 gol dan 17 asis – tentu Sterling ingin melewati pencapaian tersebut musim ini.
Kedua winger City itu telah terlibat langsung dalam 44 gol City musim ini, itu berarti nyaris setengah dari total 99 gol yang diciptakan City berasal dari duo Sane dan Sterling.
Statistik keseluruhan Sterling sejak bergabung dengan City juga begitu impresif.
Dalam 168 pertandingan yang ia mainkan bersama the Blues, ia telah mencetak 55 gol dan 58 asis, jadi ia terlibat langsung dalam menciptakan 113 gol.
Hingga hari ini, Sane telah bermain sebanyak 114 laga bagi City, mencetak 33 gol dan 39 asis – itu berarti ia sudah terlibat dalam pembuatan 72 gol bagi City sejauh ini – jika dikonversi maka ia membuat dua gol atau asis setiap 142,5 menit.
Sebagai perbandingan, sejak Sane bergabung dengan City di 2016 – ia membuat delapan asis lebih sedikit ketimbang Messi yang tampil 21 kali lebih banyak di periode yang sama.
Sterling membuat tiga asis lebih sedikit daripada Messi dalam periode tiga tahun terakhir.
Dalam tim yang kaya dengan raja asis, Kevin De Bruyne telah mengkreasi 44 gol di periode yang sama.
Statistik tersebut akan jauh lebih impresif, namun Sane menerpa tiang gawang sebanyak tujih kali dan Sterling juga membentur mistar sebanyak 10 kali.
Ditambah lagi, ada 54 peluang emas yang diciptakan oleh kedua winger tersebut yang tidak berujung menjadi gol sejak 2016/17.
Etos kerja kedua wonger City itu juga menonjol di Premier League.
Sejak Sane bergabung ke klub dari Schaklke, ia telah melepas 219 umpan silang, 77 tekel dan 34 blok serta 33 intersep.
Sementara itu Sterling membuat 175 umpan silang, 60 tekel dan 52 blok serta 36 intersep.
Statistik diatas menjelaskan betapa vitalnya duo SAS kita terhadap kesuksesan City.
Sayang statistik tidak mencatat jumlah nutmeg yang dibuat Leroy, namun adil jika jumlahnya mencapai tiga digit…