The team that never knows when they are beaten came from behind to take a massive step closer to a second title in three years.

Pertandingan yang menentukan hari ini dalam lawatan Manchester City bertamu ke Goodison Park untuk menghadapi tim besutan Roberto Martinez. Dengan modal kemenangan dua kali beruntun dari dua pertandingan terakhir, City berupaya meneruskan performa yang menjanjikan. Kali ini skuat yang di bawa oleh Manuel Pellegrini hampir lengkap hanya tanpa Jesus Navas yang terbelit cedera. Saking pentingnya laga ini, sampai-sampai penggemar berat City, Noel Gallagher, yang merupakan artis kenamaan Inggris, ikut menonton langsung dari Goodison.

Di awal pertandingan, City bermain seperti biasa, menekan lawan dengan kemampuan penguasaan bola yang baik dari pemain-pemain tengahnya. Namun, tidak diduga, City justru kebobolan terlebih dahulu melalui gol spektakuler Ross Barkley, dengan melepas tendangan melengkung dari luar kotak penalti pada menit ke- 11. Pablo Zabaleta dan Joe Hart tak sanggup menghentikan tendangan gelandang internasional Inggris tersebut.

Setelah terus tertekan, momen yang ditunggu itu datang pada menit ke- 22. Sergio Aguero berhasil menyamakan kedudukan untuk City! Yaya Toure berandil besar dalam gol ini dengan memberikan assist kepada penyerang asal Argentina tersebut. Tendangan keras Aguero dari sisi kanan di dalam kotak penalti mengarah ke tiang dekat, sehingga membuat Tim Howard terkejut dan tak berdaya. Kedudukan menjadi 1-1.

Sinyal buruk untuk City ketika laga memasuki menit ke- 26. Pencetak gol mereka, Aguero, terlihat kesakitan dan tidak sanggup melanjutkan laga. Alhasil ia pun ditarik keluar dan digantikan oleh Fernandinho.

Setelah bertarung keras di lini tengah dengan pemain-pemain Everton yang bermain cepat, Kompany cs kembali menuai hasil pada menit ke- 43. Berawal dari umpan kunci Fernandinho, lalu Edin Dzeko mendapati tendangannya ditepis oleh Howard, bola muntahan pun diumpan-silang kembali oleh James Milner, dan kali ini Dzeko menyundulnya ke arah sudut kiri gawang Howard. Kiper asal Amerika Serikat tersebut tak mampu menggapai bola yang bergulir ke gawangnya. Kedudukan menjadi 1-2 untuk City. Skor ini bertahan sampai babak pertama berakhir.

Baru saja pertandingan berjalan satu menit, Everton sudah mengancam City melalui serangan balik yang sangat berbahaya melalui kinerja apik Barkley yang kemudian meneruskan bola ke Steven Naismith. Namun sayang, Naismith gagal memanfaatkan peluang emas, padahal tinggal berhadapan dengan Hart.

City malah berhasil menambah gol setelah serangan Everton tersebut. Lagi-lagi Fernandinho membuat sebuah ‘key pass’ yang mengawali terciptanya peluang. Sodoran umpan gelandang Brasil itu diterima Samir Nasri di sisi kiri, lalu Nasri meneruskannya ke area tengah dimana di situ Dzeko dengan sempurna mensontek bola sehingga masuk ke gawang. Skor bertambah menjadi 1-3 pada menit ke- 48.

Asik dengan keunggulan, Kompany cs lengah. Menit ke- 65, Everton mencetak gol yang tak diduga-duga. Berawal dari umpan silang Leighton Baines, bola disambut dengan sundulan Romelu Lukaku, sempat mengenai tiang, namun akhirnya bola masuk ke gawang Joe Hart. Skor kembali ketat 2-3.

Everton terus menekan tim tamu dan memperoleh penguasaan bola sebanyak 58% sampai menit ke- 68 pertandingan. City kembali mencuri kesempatan pada menit ke- 71. Kali ini Zabaleta memperoleh peluang emas. Tinggal berhadapan dengan kiper, tendangan Zabaleta ke tiang dekat masih mengenai kaki Howard.

Di 10 menit terakhir pertandingan, menjadi momen yang penuh ketegangan bagi City, karena begitu gencarnya serangan Everton yang mencatat rekor tak pernah menderita kekalahan di kandang oleh City sejak lima tahun terakhir. Keadaan tetap tak berubah memasuki injury time, pertandingan semakin menegangkan bagi City, apalagi wasit memberikan enam menit tambahan waktu. Beruntung, skuat tim asuhan Pellegrini memiliki mentalitas dan pengalaman yang lebih, sehingga mereka tetap tenang dan sampai wasit meniup peluit akhir, ketegangan itu berakhir. Skor akhir tetap 2-3 untuk kemenangan City.