Pep Guardiola mengatakan City akan mencerna pelajaran dari kekalahan semi-final Piala FA 2-0 kami yang mengecewakan di tangan Arsenal dan merespons dengan cara yang benar jelang penentuan babak 16 besar Liga Champions bulan depan melawan Real Madrid.

Mencoba untuk mencapai final Piala FA untuk tahun kedua berturut-turut, juara bertahan City sebaliknya justru ditumbangkan di Wembley dengan gol di masing-masing babak dari striker Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang.

Itu adalah cara yang sangat mengecewakan untuk keluar dari kompetisi tetapi masih banyak yang harus dimainkan untuk musim ini dengan City memegang keunggulan 2-1 atas juara Spanyol yang baru saja dinobatkan, Real Madrid, menjelang bentrokan genting Etihad bulan depan.

Dan, Guardiola menegaskan para pemainnya akan berkumpul kembali dan kembali lebih lapar daripada sebelumnya setelah kalah malam ini dari Arsenal.

DONAsi sekarang | Cityzens Giving for Recovery

“Kami tahu standar yang kami butuhkan pada tahap kompetisi ini. Saya tidak perlu memberi tahu mereka,” kata manajer City.

“Mereka harus mengetahuinya. Mereka merasakannya, saya pikir

“Mungkin kita sedang belajar, mungkin sekarang, kita akan lihat.

“Babak pertama tidak bagus, dan kami kesulitan untuk bermain di level kami. Tidak perlu seorang jenius untuk mengetahui kami harus meningkatkan standar untuk Madrid. “

Itu adalah kekalahan pertama City dalam kompetisi Piala domestik selama lebih dari dua setengah tahun dan penampilan yang tenang merupakan cara yang membuat frustasi bagi upaya luar biasa ini untuk berakhir.

Dan ketika ia merenungkan kekalahan ini, Guardiola dibiarkan meratapi penampilan babak pertama yang tidak sesuai.

BELANJA SEKARANG | CEK KOLEKSI PUMA 2020/21 KAMI

“Terkadang ini terjadi. Ini adalah rangkaian yang luar biasa tetapi dalam sepakbola Anda bisa kalah. Tapi cara kami kalah adalah apa yang kami sesali,” lanjut bos City.

“Kami tidak membuat penampilan yang baik; kami belum cukup siap.

“Jika Anda tidak bermain selama 90 menit di semi-final, ini bisa terjadi.

“Kami tidak bermain bagus, kami adalah manusia. Lawan bermain bagus, terkadang itu terjadi.

“Satu-satunya penyesalan adalah bahwa kami tidak bermain di babak pertama seperti kami memainkan babak kedua. Kami harusnya merubah pola membangun serangan tetapi kami tidak bisa melakukannya.

“Tapi situasinya di babak pertama kami kesulitan untuk bermain. Itu sebabnya kami kalah.

“Jika Anda memainkan babak pertama seperti yang kami lakukan di babak kedua, mungkin itu akan berbeda. Tapi kami tidak bisa melakukannya. “